Category Archives: kinerja

Kinerja Layanan 2015

kinerja

Data Layanan Kinerja dalam kurun waktu 2015, Indikator-indikator pelayanan rumah sakit yang dapat dipakai untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu, dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Indikator-indikator berikut bersumber dari sensus harian rawat inap yang dikumpulkan pada unit Rekam Medis, dengan Indikator mutu Pelayanan RSD Madani dalam kurun waktu 2015, sebagai berikut :

mutu-layanan

BOR (Bed Occupancy Rate)

Bed Occupancy Rate (BOR) adalah presentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu terntentu. Angka ini didefinisikan sebagai ratio hari layanan rawat inap terhadap jumlah tempat tidur pada hari tersebut dan umunya dinyatakan dalam presentase (%). Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur di Rumah SakitNilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60 – 85 %., Rumus BOR:       

bor

Bila lebih dari 85 % :

  • Pelayanan yg dijalankan dokter, perawat dll kurang efektif, karena beban kerja tinggi
  • Ruang kerja terbatas
  • Penggunanaan yg berlebihan fasilitas sumber daya
  • Meningkatkan kesulitan pasien memperoleh perawatan yg layak yg dibutuhkan
  • Perpanjangan masa penyembuhan

AvLOS (Average Lenght of Stay)

Average length of stay (AvLOS) yaitu rata – rata lama dirawat seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan lebih lanjut. Rata – rata lama tinggal mencerminkan rata – rata lama dirawat seorang pasien yang sudah pulang selama periode yang dihitung. Rata – rata lama perawatan untuk pasien baru lahir dilaporkan secara terpisah. Secara umum nilai AvLOS yang ideal antara 6 – 9 hari.

Rumus AvLOS :

los

 TOI (Turn Over Interval)

    Turn Over Interval (TOI) adalah rata – rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah terisi kesaat terisi berikutnya (interval waktu luang pemakaian tempat tidur antar dua pasien yang berbeda). Indikator ini juga memberikan gambaran tingakat efisiensi penggunaan tempat tidur.

Ideal tempat tidur kosong / tidak terisi ada pada kisaran 1 – 3 hari.

Rumus TOI:

toi

BTO (Bed Turn Over)

Bed Turn Over yaitu jumlah pengguna rata – rata satu tempat tidur dalam satu periode. Angka ini menunjukan efek bersih perubahan angka penggunaan tempat tidur dan lama dirawat, biasanya tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu (dalam periode 1 (satu) tahun). Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi pada pemakaian tempat tidur. Ideal dalam satu tahun, satu tempat tidur rata – rata dipakai 40 – 50 kali.

Rumus BTO:

bto

LOS (Length Of Stay)

Length Of Stay (LOS) adalah jumlah hari pasien tinggal di Rumah Sakit, sejak masuk sampai keluar. Data lama tinggal sangat penting didalam mengevaluasi dan mengelola sumber daya Rumah Sakit.

Untuk menghitung LOS tanggal keluar – tanggal masuk, dan kalau tanggal sama maka dianggap sebagai satu hari perawatan. Length Of Stay (LOS) / lama dirawat adalah hari sejak masuk sampai keluar.

Rumus LOS :

los-2

NDR (Net Death Rate)

Net Death Rate (NDR) adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap -tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di Rumah Sakit.

Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditorerir adalah kurang dari  25/1000

Rumus NDR :

ndr

GDR (Gross Death Rate)

Gross Death Rate (GDR) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih  45/1000 penderita keluar.

Rumus GDR :

 gdr

sedangkan pelayanan pada unit rawat jalan selama tahun 2015, adalah sbb :

rawat-jalan

dari data tersebut menunjukkan pasien yang berkunjung pada poliklinik jiwa menduduki urutan pertama dengan 6.795 pasien, diikuti pasien syaraf berjumlah 5.319 kunjungan, hal ini menunjukkan bahwa RSD Madani masih menjadi rujukan utama untuk kasus jiwa di Sulawesi Tengah.

<maam2016>

 

 

 

Lakip RSDM 2014

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah RSD Madani

Laporan Kinerja RSD Madani

kinerja-keuangan

1. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)

LAKIP merupakan singkatan dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Lakip adalah sebuah laporan yang berisikan akuntabilitas dan kinerja dari suatu instansi pemerintah. Penyusunan LAKIP berdasarkan siklus anggaran yang berjalan yaitu 1 tahun. Secara lengkap memuat laporan yang membandingkan perencanaan dan hasil. Dalam penyusunan suatu kegiatan belanja, dibuat suatu masukan yaitu besaran dana yang dibutuhkan, hasil yaitu sesuatu hasil atau bentuk nyata yang didapat dari dana yang dikeluarkan.

Manfaat yang didapat dari penyusunan suatu LAKIP yaitu evaluasi yang dilakukan oleh instansi pemerintah terhadap instansinya sendiri sehingga pimpinan instansi tersebut dapat mengevaluasi kinerja dari instansi yang dipimpinnya selama 1 tahun anggaran.

LAKIP RSD Madani Tahun 2014

2. Rencana Kinerja  (RENJA)

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) merupakan dokuman yang berisi informasi tentang tingkat atau target kinerja berupa output dan atau outcome yang ingin diwujudkan oleh suatu organisasi pada satu tahun tertentu

MAKSUD DAN TUJUAN
  1. Sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan kegiatan
  2. Sebagai indikator bahwa kinerja yang dilakukan, apakah konsisten dengan proses dan ketentuan dalam rencana kerja
  3. Untuk meningkatkan Kompetensi profesionalisme dan disiplin Pegawai Negeri Sipil di lingkungan SKPD, agar bertanggung jawab, mampu, jujur, terarah dan terprogram, mengacu pada norma, standar, dan prosedur yang berlaku dengan didukung oleh sistem administrasi yang efektif dan efisien.
  4. Terwujudnya Pelayanan Prima dalam melayani masyarakat.

RENJA (BLUD) RSD MADANI

3. Penetapan Kinerja Intansi Pemerintah (TAPKIN)

TAPKIN adalah berisi sasaran dan target kinerja yang disusun setelah APBD ditetapkan

sumber : Perencanaan RSDM

error: Content ini diproteksi ... !!