Category Archives: kegiatan RS

Seminar Kecantikan

Dalam rangka menyambut HUT RSUD Madani ke-33 salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Seminar Kecantikan oleh Dr. Damayanti Tangkidi, Sp.KK yang dibuka oleh Direktur RSUD Madani Dr. Nirwan Parampasi, Sp.PA

SEMINAR2

SEMINAR1

Sosialisasi Produk dan Layanan Jasa keuangan Bank Mandiri di RSD Madani

2mandiri-icon

Sosialisasi PT. (Persero) Bank Mandiri TBK. Cabang Hasanudin selaku Bank Plat Merah (bank milik pemerintah) melaksanakan sosialisasi tentang produk-produk perbankan yang telah dilaksanakan oleh Bank Mandiri di wilayah Sulawesi Tengah kepada karyawan dan karyawati RSD Madani Provinsi Sulawesi Tengah acara ini dibuka secara langsung oleh Direktur RSD Madani dr. Nirwanysah Parampasi, Sp.PA , antara lain :

Direktur RSD Madani (dr. Nirwansyah P, Sp.PA) dan Direktur PT. Bank Mandiri cab. Hasanudin Pak. Toni, Mamboro, 8/11/2017

Direktur RSD Madani (dr. Nirwansyah P, Sp.PA) dan Direktur PT. Bank Mandiri cab. Hasanudin Pak. Toni Yudha Wibowo, Mamboro, 8/11/2017

  • Kartu Kredit
  • Fiesta Point
  • KPR Mandiri
  • Payroll (penggajian) karyawan, dll.

yang memiliki keunggulan dari produk-produk sejenis dari bank lain, sosialisasi diawali dengan pemberian doorproze bagi penanya, selain juga pemberian brosur program Bank Mandiri serta pihak Bank Mandiri membuka pelayanan pembukaan rekening bagi karyawan RSD Madani serta disiapkan ATM Mobile  ( 1r47h4 )

 

Pelatihan SIMRS berbasis KhanzaHMS

aski-org

PELATIHAN SISTEM INFORMASI (SIMRS)

KHANZAHMS DALAM MENUNJANG PELAKSANAAN AKREDITASI

DI RSD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH

pelatihan simrs khanza

pelatihan simrs khanza

diselenggarakan pada 2 Agustus 2017 s.d 4 Agustus 2017 diikuti oleh : karyawan rsd madani, rs anutapura, rs siti masyita, rs tinatapura, rs buol, rs toli-toli, rs sigi, rs al-khairaat, rs care she,

PENDAHULUAN

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Merupakan sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen Rumah Sakit, mulai dari pelayanan diagnosa dan tindakan untuk pasien, medical record, apotek, gudang instalasi farmasi, bagian penagihan, database personalia, penggajian karyawan, proses akuntansi sampai dengan pengendalian oleh manajemen Rumah Sakit. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 82 Tahun 2013.

Untuk meningkatkan pelayanan di Rumah Sakit diperlukan adanya SIMRS yang handal dan efektif. Pelatihan tentang SIMRS ini diadakan sebagai suatu perangkat prosedur dalam rumah sakit yang terorganisir apabila di jalankan akan memberikan umpan balik dan informasi kepada manajemen tentang masukan, proses dan keluaran dari siklus manajemen yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian secara efektif. Oleh karena itu  Rumah Sakit Daerah Madani bermaksud menyelenggarakan pelatihan “Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit“ yang direkomendasikan untuk diikuti.

Tujuan pelatihan

Diharapkan setelah mengikuti Pelatihan peserta mampu:

Tujuan Umum:

  • Lebih meningkatkan pelayanan rumah sakit.
  • Agar data-data yang ada di Rumah Sakit tersusun rapi.
  • Memudahkan dalam pencarian data obat, pasien dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Rumah Sakit.
  • Meningkatkan citra pelayanan Rumah Sakit.

Tujuan Khusus:

  • Meningkatkan produktifitas (mengurangi biaya dan meningkatkan efektifitas).
  • Memenuhi kebutuhan akan informasi.
  • Memperbaiki kualitas pelayanan.
  • Menciptakan keunggulan berkompetisi.
  • Meningkatkan inovasi dan kreativitas.
  • Tanggapan secara Cepat atas kebutuhan konsumen dan perubahan dalam lingkungan bisnis.
  • Mencapai tujuan strategis rumah sakit.
  • Pengambilan keputusan yang lebih baik dan efektif.
  • Reorganisasi dan Reengineering.

Materi

Berikut materi yang diberikan antara lain , yaitu :

  1. Pengenalan dan instalasi software
  2. Registrasi, Tagihan rawat inap, jalan dan billing
  3. Presensi dan penggajian pegawai
  4. Transaksi Obat dan BHP Medis
  5. Asset dan inventaris, parkir
  6. Pengolahan data tagihan, olah data pasien dan olah data penyakit
  7. Tarif pelayanan & keuangan
  8. Bridging SEP, Aplicare, Pcare, INACBG dan pihak ke-3

Narasumber :

Owner dan Pengembang SIMRS Khanza : Windiarto Nugroho, S.Kom

Diklat RSD Madani

Survey Akreditasi KARS

kars

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, setelah berkutat dengan berbagai dokumen akreditasi, sosialisasi dan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana maka datang jua akhirnya waktu pelaksanaan survey akreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang berlangsung dari tanggal 16 sampai 18 Mei 2017, dari perwakilan KARS :

(1) Dr. ISA KUKUH, MHA Ketua <Surveyor Manajemen>

(2)Dr. IDA WINARTI RETNO DARADJATI, SpOG <Surveyor Medis> dan

(3) Afriyenni, SKM, S.KEp, Ners sebagai Surveyor Keperawatan, berikut hasil cuplikan kegiatan tersebut dalam rekaman berikut ini selamat menikmati

Penutupan Ultah Madani Ke-32 Tahun 2017

Kantor

Dalam semaraknya acara penutupan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) RSD Madani ke-32, diselenggarakan jalan sehat dan acara penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai acara dalam rangka kegiatan tersebut antara lain : lomba Futsal anak usia 12 tahun, lomba cuci tangan dan 5 R ruangan, dan lomba-lomba yang diadakan saat kegiatan tersebut dengan mengambil rute : Perumahan Citraland Tondo ke Jalan Tadulao, belok di Kampus Universitas Terbuka (UT) Palu, kembali ke Citraland, acara tersebut disemarakkan dengan drumband dari SMPN 18 Palu yang didampingi oleh para pengasuh / Guru, yang sempat terdokumentasikan oleh panitia

 

Study Banding dengan RS Undata

undata

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan survey akreditasi oleh KARS pada tanggal 16-18 Mei 2017 guna memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang dokumen maupun pelaksanaan elemen penilaian yang masih belum lengkap dari tiap pokja RSD Madani melakukan bechmarking (study banding) dengan rumah sakit rujukan di Sulawesi Tengah, yang dipimpin langsung oleh Ketua Akreditasi RSD Madani dr. Nyoman Sumiati, SpKJ dan Jajaran Direksi RSD Madani dan diterima secara langsung oleh Direktur RS Undata Dr. Renny Lamadjido, Sp.PK, yang dokumentasinya antara lain :

 

 

 

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS)

K3RS

Dengan makin bertambahnya aktifitas dan berkembangnya metode-metode baru serta makin canggihnya alat-alat di rumah sakit, maka makin kompleks pula permasalahan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di rumah sakit (K3-RS). Potensi bahaya dirumah sakit, selain penyakit-penyakit infeksi, terdapat pula otensi bahaya-bahaya lain yang mempengaruhi situasi dan kondisi di RS, yaitu kecelakaan kerja,ledakan, kebakaran, kecelakaan yang berhubungan dengan instalasi listrik, dan sumber-sumber cidera lainnya, radiasi, bahan-bahan kimia yang berbahaya, gas-gas anastesi, gangguan psikososial dan ergonomi. Semua Potensi bahaya tersebut diatas, jelas mengancam jiwa dan kehidupan bagi para karyawan, pasien dan pengunjung yang ada dilingkungan RS. Oleh Karena itu penerapan K3 di ruamh sakit mutlak harus dilaksanakan. Rumah sakit harus aman, nyaman, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Oleh karena itu penerapan K3 di rumah sakit mutlak harus dilaksanakan. Rumah sakit harus aman, nyaman, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Olehnya itu RSD Madani mengadakan Pelatihan K3RS yang diselenggarakan pada 02 – 04 Maret 2017, yang dokumentasinya a.l :

 

DSC_0824

DSC_0350

Tujuan

Pelatihan K3 Rumah sakit bertujuan untuk memberikan pembekalan dan pemahaman kepada peserta dengan harapan :

  1. Peserta mampu untuk mengelola sistem manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di rumah sakit.
  2. Peserta mampu memahami dalam merencanakan, membuat, mengimplementasikan, mendokumentasikan serta mengevaluasi program-program K3 rumah sakit.
  3. Peserta mampu merencanakan dan mengusulkan perbaikan terkait dengan sarana dan prasarana keselamatan di rumah sakit.
  4. Peserta mampu mengidentifkasi potensi bahaya di rumah sakit.
  5. Peserta mengetahui dan menilai risiko serta pengendalian risiko dari potensi bahaya yang ada ditempat kerja dan mengetahui adanya kemungkinan potensi bahaya yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja.
  6. Peserta mengetahui, memahami dan mampu menyusun dokumen MFK terkait K3 RS sesuai dengan standar dari KARS dan JCI

Materi

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini adalah : (1). Standar dan Manajemen K3 Rumah Sakit, (2).Penerapan Program K3 Rumah Sakit, (3). Standar Akreditasi Rumah Sakit versi KARS 2012 (Standar MFK), (4).Manajemen Pengelolaan B3 (Hazmat). (5). Manajemen Penanggulangan Keadaan Darurat (Hosdip), (6). Transportasi dan Evakuasi, (7). Manajemen Penanggulangan Kebakaran (8). Aplikasi Perhitungan Resiko (HVA) (9). Investigasi Kecelakaan, Pencatatan dan Pelaporan Kecelakaan (10). Skill Transportasi dan evakuasi (11). Skill APAR (12). Metode Telusur versi Akreditasi KARS (13). Penyusunan Skenario Simulasi (14). Simulasi Disaster (15). Praktek Telusur lapangan (16). Presentase Hasil Telusur dan (17). Simulasi Disaster

DSC_0936

sumber : pelatihan k3rs 02-04 Maret 2017

 

Pelatihan Pencegahan & Pengendalian Infeksi (PPI)

cuci-tangan

A. Latar Belakang

Infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infections/HAIs (dahulu disebut infeksi nosokomial) merupakan masalah serius bagi Fasilitas Layanan Kesehatan/Rumah Sakit karena dapat menghambat proses penyembuhan dan pemulihan pasien,  memperpanjang hari rawat yang berakibat  sangat membebani Fasyankes/Rumah Sakit maupun pasien. Fasyankes / Rumah Sakit sebagai pemberi jasa pelayanan kesehatan tidak saja memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif, tapi juga memberikan pelayanan preventif dan promotif.

Oleh sebab itu, Fasyankes/Rumah Sakit harus selalu melakukan upaya pencegahan atau meminimalkan timbulnya kejadian infeksi. Untuk keberhasilan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) diperlukan Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan yang kompeten dan terampil serta memahami konsep PPI.

ppi3-min

B. Tujuan

  1. Tujuan Umum.

Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi  di Fasilitas Layanan Kesehatan / Rumah Sakit atau HAIs.

  1. Tujuan khusus.
  1. Mampu memahami konsep PPI secara umum, Kewaspadaan Standar, konsep Kebersihan Tangan
  2. Mampu menjelaskan pengelolaan alat medis bekas pakai, sampah infeksius, dan linen bekas pakai di Fasyankes /
  3. Mampu memahami Keselamatan dan Keamanan Petugas, PPI pelayanan pasien TB.

Output ( Hasil yang diharapkan ).

  1. Menurunkan angka infeksi di Fasyankes / Rumah Sakit.
  2. Meningkatkan kemampuan melaksanakan PPI
  3. Meningkatkan kepuasan Pasien & Masyarakat akan layanan yang bermutu

ppi022017 (24)

Materi meliputi :

  1. Kebijakan Kemenkes dalam PPI
  2. PPI pada IDO
  3. PPI pada ISK
  4. Kewaspadaan Isolasi
  5. Epidemiologi HAIs
  6. Konsep Dasar HAIs dan Program
  7. Peran dan Fungsi IPCN, IPCN – Link
  8. Pengelolaan Peralatan Kesehatan
  9. PPI di Ruang ICU
  10. Kebersihan Tangan & Praktek
  11. PPI Aliran Darah Primer (IADP)
  12. Manajemen Pengelolaan Linen & Laundry
  13. Manajemen Pengelolaan Makanan
  14. Manajemen Limbah RS dan Benda Tajam
  15. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
  16. PPI pada VAP
  17. Dasar dasar Surveilans HAIs
  18. Pembersihan, Desinfeksi dan Sterilisasi
  19. Manajemen Pengelolaan Linen & Laundry
  20. ICRA

(Sumber TOR Pelatihan PPI, RSDM 6-8 Februari 2017)

 

 

Pelatihan Case Manager

casem

Tujuan utama dari Case Manajer / Manajer Pelayanan Pasien adalah : untuk melibatkan pasien dalam asuhan yang dialaminya. Bilamana pasien merasa menjadi bagian dalam keputusan pengobatan dan rencana asuhan, maka mereka akan memperoleh manfaat. Hal yang sama juga berlaku bagi keluarganya. Bila keluarga yang mempunyai relasi erat, suatu kemitraan dengan rumah sakit yang melayani orang yang mereka kasihi, mereka akan kurang merasa khawatir tentang logistik dan akan lebih banyak fokus terhadap kesehatan pasien.

dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan Case Manager RSD Madani mengadakan pelatihan Case Manager selama 3 hari mulai tanggal 22 November 2016 – 24 November 2016

casemanager-2-min

Fungsi MPP :

  1. Asesmen utilitasMengakses semua informasi dan data untuk evaluasi manfaat/utilitas untuk kebutuhan pelayanan pasien
  2. Perencanaan : Mencerminkan kelayakan/kepatutan dan efektivitas biaya pengobatan medis dan klinis serta kebutuhan pasien untuk mengambil keputusan
  3. Fasilitasi : Interaksi antara MPP dan para anggota tim pemberi pelayanan kesehatan, perwakilan pembayar, serta pasien/keluarga
  4. Advokasi : Mewakili kepentingan pasien dan menjangkau pemangku kepentingan lain

casemanager-4-min

<maam, 23112016> ok

Survei Simulasi KARS

survei

Akreditasi Rumah Sakit, selanjutnya disebut akreditasi, adalah pengakuan terhadap rumah
sakit yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan
oleh Menteri Kesehatan, setelah dinilai bahwa rumah sakit itu memenuhi standar pelayanan rumah
sakit yang berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara
berkesinambungan, dalam rangka mencapai akreditasi yang paripurna, sebelum survei yang sesungguhnya dilaksanakan survei (simulasi) oleh KARS di RSD Madani pada tanggal 9-11 Nopember 2016

Dari hasil pelaksanaan Survei Simulasi tersebut diperoleh hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan untuk Survei Akreditasi yang InsyaAllah pelaksanaanmya di jadwalkan pada Februari 2017.

Berikut beberapa yang sempat terdokumentasikan oleh Admin

img_20161109_082408

img_20161110_151457

img_20161110_141505

error: Content ini diproteksi ... !!